Pengertian
Rasul adalah orang laki-laki pilihan yang Allah berikan wahyu
berisi syari’ah dan diperintahkan untuk menyampaikan kepada kaumnya.
Sedang nabi adalah orang laki-laki yang Allah berikan wahyu kepadanya
berisi syari’ah, tetapi tidak diperintahkan untuk menyampaikan kepada
kaumnya.
Rasul dan nabi sama-sama mendapatkan wahyu, tetapi sering kali
seorang Nabi diutus Allah kepada kaum yang memang sudah beriman sehingga
perannya hanya menjalankan syari’ah yang sudah ada itu dan tidak
membawa ajaran yang baru. Seperti para Nabi yang pernah Allah utus
kepada Bani Israil setelah ditinggalkan Nabi Musa, mereka bertugas
mengajarkan dan mengamalkan Taurat, tidak membawa ajaran yang
baru/bukandari Taurat.
“Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu,
di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka
ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang
Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka
apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan (semua perkara)
dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada
yang batil.” (Q.S. Al-Mukmin : 78)
Dalam ayat di atas dijelaskan, bahwa rasul-rasul yang pernah diutus
oleh Allah swt. adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada
rasul berjenis kelamin perempuan, dan jumlah rasul yang diutus sebelum
Nabi Muhammad saw. sebenarnya sangat banyak. Di antara para rasul itu
ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Quran dan ada yang tidak.
عَنْ أَبِى ذَر قَالَ : يَا رَسُوْلَ اللهِ كَمْ عِدَّةُ اْلاَنْبِيَاءِ
؟ قَالَ : مِائَةُ اَلْفٍ وَاَرْبَعَةٌ وَعِشْرُوْنَ اَلْفًا اَلرُّسُلُ
مِنْ ذَالِكَ ثَلاَثَةُ مِائَةٍ وَخَمْسَةَ عَشَرَ جَمًّا غَفِيْرًا
(رَوَاهُ أَحْمَد)
“Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa
jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000
orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu
jumlah yang besar.” (H.R. Ahmad)
Berdasarkan hadis di atas jumlah nabi dan rasul ada 124.000 orang,
diantaranya ada 315 orang yang diangkat Allah swt. menjadi rasul.
Diantara 315 orang nabi dan rasul itu, ada 25 orang yang nama dan
sejarahnya tercantum dalam Al Quran dan mereka inilah yang wajib kita
ketahui, yaitu:
1. Adam AS. bergelar Abu al-Basyar (Bapak semua manusia) atau manusia
pertama yang Allah swt. ciptakan, tanpa Bapak dan tanpa Ibu, terjadi
atas perkenanNya “ Kun Fayakun” artinya “ Jadilah ! , maka terjelmalah
Adam.”Usia nabi Adam mencapai 1000 tahun.
2. Idris AS. adalah keturunan ke 6 dari nabi Adam. Beliau diangkat
menjadi Rasul setelah berusia 82 tahun. Dilahirkan dan dibesarkan di
sebuah daerah bernama Babilonia. Beliau berguru kepada nabi Syits AS.
3. Nuh AS. adalah keturunan yang ke 10 dari nabi Adam. Usianya mencapai
950 tahun. Umat beliau yang membangkang ditenggelamkan oleh Allah swt.
dalam banjir yang dahsyat. Sedangkan beliau dan umatnya diselamatkan
oleh Allah swt. karena naik bahtera yang sudah beliau persiapkan atas
petunjuk Allah swt.
4. Hud AS. adalah seorang rasul yang diutus kepada bangsa ‘Ad yang
menempati daerah Ahqaf, terletak diantara Yaman dan Aman (Yordania)
sampai Hadramaut dan Asy-Syajar, yang termasuk wilayah Saudi Arabia.
5. Shaleh AS.Beliau masih keturunan nabi Nuh AS. diutus untuk bangsa
Tsamud, menempati daerah Hadramaut, yaitu daratan yang terletak antara
Yaman dan Syam (Syiria). Kaum Tsamud sebenarnya masih keturunan kaum
‘Ad.
6. Ibrahim AS. putra Azar si pembuat patung berhala. Dilahirkan di
Babilonia, yaitu daerah yang terletak antara sungai Eufrat dan Tigris.
Sekarang termasuk wilayah Irak. Beliau berseteru dengan raja Namrud,
sehingga beliau dibakarnya dalam api yang sangat dahsyat, tetapi Nabi
Ibrahim tidak mempan dibakar, karena diselamatkan Allah swt. Beliau juga
dikenal sebagai Abul Anbiya (bapaknya para nabi), karena anak cucunya
banyak yang menjadi nabi dan rasul. Syari’at beliau banyak diamalkan
oleh Nabi Muhammad saw. antara lain dalam ibadah haji dan Ibadah Qurban,
termasuk khitan.
7. Luth AS. Beliau keponakan nabi Ibrahim, dan beliau banyak belajar
agama dari nabi Ibrahim. Diutus oleh Allah swt. kepada kaum Sodom,
bagian dari wilayah Yordania. Kaum nabi Luth dihancurkan oleh Allah swt.
dengan diturunkan hujan batu bercampur api karena kedurhakaannya kepada
Allah swt, terutama karena perilaku mereka yang suka mensodomi kaum
laki-laki.
8. Ismail AS. adalah putra nabi Ibrahim AS. bersama ayahnya membangun
(merenovasi) Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam. Beliau adalah
seorang anak yang dikurbankan oleh ayahnya Ibrahim, sehingga menjadi
dasar pensyari’atan ibadah Qurban bagi umat Islam.
9. Nabi Ishak AS. putra Nabi Ibrahim dari isterinya, Sarah. Jadi nabi
Ismail dengan nabi Ishak adalah saudara sebapak, berlainan ibu.
10. Ya’qub AS. adalah putra Ishaq AS. Beliaulah yang menurunkan 12
keturunan yang dikenal dalam Al Quran dengan sebutan al Asbath,
diantaranya adalah nabi Yusuf yang kelak akan menjadi raja dan rasul
Allah swt.
11. Yusuf AS putra nabi Ya’qub AS.Beliaulah nabi yang dikisahkan dalam
al Quran sebagai seorang yang mempunyai paras yang tampan, sehingga
semua wanita bisa tergila-gila melihat ketampanannya, termasuk Zulaiha
isteri seorang pembesar Mesir (bacalah kisahnya dalam Q.S. surah yusuf).
12. Ayyub AS. adalah putra Ish . Ish adalah saudara kandung Nabi Ya’qub
AS. berarti paman nabi Yusuf AS. Jadi nabi Ayyub dan nabi Yusuf adalah
saudara sepupu. Nabi Ayyub digambarkan dalam Al Quran sebagai orang yang
sangat sabar. Beliau diuji oleh Allah swt. dengan penyakit kulit yang
sangat dahsyat, tetapi tetap bersabar dalam beribadah kepada Allah swt.
(bacalah kembali kisahnya)
13. Dzulkifli AS. putra nabi Ayyub AS. Nama aslinya adalah Basyar yang
diutus sesudah Ayyub, dan Allah memberi nama Dzulkifli karena ia
senantiasa melakukan ketaatan dan memeliharanya secara berkelanjutan
14. Syu’aib masih keturunan nabi Ibrahim. Beliau tinggal di daerah
Madyan, suatu perkampungan di daerah Mi’an yang terletak antara syam dan
hijaz dekat danau luth. Mereka adalah keturunan Madyan ibnu Ibrahim
a.s.
15. Yunus AS adalah keturunan Ibrahim melalui Bunyamin, saudara kandung
Yusuf putra nabi Ya’qub. Beliau diutus ke wilayah Ninive, daerah Irak.
Dalam sejarahnya beliau pernah ditelan ikan hiu selama 3 hari tiga malam
didalam perutnya, kemudian diselamatkan oleh Allah swt.
16. Musa AS. adalah masih keturunan nabi Ya’qub. Beliau diutus kepada
Bani Israil. Beliau diberi kitab suci Taurat oleh Allah swt.
17. Harun AS. adalah saudara nabi Musa AS. Yang sama-sama berdakwah di kalangan Bani Israil di Mesir.
18. Dawud AS.adalah seorang panglima perang bani Israil yang diangkat
menjadi nabi dan rasul oleh Allah swt, diberikan kitab suci yaitu Zabur.
Beliau punya kemampuan melunakkan besi, suka tirakat, yaitu puasa dalam
waktu yang lama. Caranya dengan berselang-seling, sehari puasa, sehari
tidak.
19. Sulaiman AS. adalah putra Dawud. Beliau juga terkenal sebagai
seorang raja yang kaya raya dan mampu berkomunikasi dengan binatang
(bisa bahasa binatang).
20. Ilyas AS. adalah keturunan Nabi Harun AS. diutus kepada Bani Israil. Tepatnya di wilayah seputar sungai Yordan.
21. Ilyasa AS. berdakwah bersama nabi Ilyas kepada bani Israil. Meskipun
umurnya tidak sama, Nabi Ilyas sudah tua, sedangkan nabi Ilyasa masih
muda. Tapi keduanya saling bahu membahu berdakwah di kalangan Bani
Israil.
22. Zakaria AS. seorang nabi yang dikenal sebagai pengasuh dan
pembimbing Siti Maryam di Baitul Maqdis, wanita suci yang kelak
melahirkan seorang nabi, yaitu Isa AS.
23. Yahya AS. adalah putra Zakaria. Kelahirannya merupakan keajaiban,
karena terlahir dari seorang ibu dan ayah (nabi Zakaria) yang saat itu
sudah tua renta, yang secara lahiriyah tidak mungkin lagi bisa
melahirkan seorang anak.
24. Isa AS. adalah seorang nabi yang lahir dari seorang wanita suci,
Siti Maryam. Ia lahir atas kehendak Allah swt, tanpa seorang bapak.
Beliau diutus oleh Allah swt. kepada umat Bani Israil dengan membawa
kitab Injil. Beliaulah yang dianggap sebagai Yesus Kristus oleh umat
Kristen.
25. Muhammad saw. putra Abdullah, lahir dalam keadaan Yatim di
tengah-tengah masyarakat Arab jahiliyah. Beliau adalah nabi terakhir
yang diberi wahyu Al Quran yang merupakan kitab suci terakhir pula.
Dari 25 orang rasul itu terdapat lima orang rasul yang dikenal dengan
Ulul- Azmi minarrusul, yaitu : Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad
SAW.
- Nabi Nuh, as. Kegigihannya dalam berda’wah siang dan malam,
tanpa mengharapkan jasa dan imbalan dari kaumnya. Keberadaan istri
dan anak yang menjadi pengahalang da’wahnya serta ia tidak pernah
terpengaruh oleh tantangan dan ejekan itu.
- Nabi Ibrahim, as. Kepatuhannya dalam menjalankan perintah
Allah, mulai dari pernyataannya memisahkan diri dari kepercayaan
kaumnya termasuk ayahnya sendiri, caranya berdialog menunjukkan
kebatilan patung/berhala kepada kaumnya, keberaniannya
menghancurkan patung-patung sesembahan Namrud dan kaumnya, hingga
murka dan pembakaran Ibrahim oleh kaumnya.
- Nabi Musa, as. Kisah terbanyak dalam Al Qur’an adalah kisah
Musa dan Fir’aun. Sejak kecilnya sudah dihadapkan dengan bahaya.
Kerelaan ibunya menghanyutkan bayi Musa di sungai Nil, adalah
sebuah pengorbanan yang tak terhingga.
- Nabi Isa, as. Kelahiran tanpa ayah, tuduhan keluarga Maryam
atas diri Maryam, Tantangan dari kaum Yahudi, yang berusaha
membunuhnya Pengkultusan yang dilakukan oleh kaum Nasrani, karena
Isa dianggap memiliki sifat-sifat ketuhanan, seperti menyembuhkan
orang sakit, menghidupkan orang mati, dan membuat burung dari
tanah.
- Nabi Muhammad, SAW. Kesabarannya yang tak terhingga dalam
mengajak kaumnya bertauhid kepda Allah. Tantangan dari kaumnya dan
bahkan pamannya sendiri, hingga ia harus terusir dari kampung
halamannya. Ke Thaif, dilempari batu, dituduh orang gila, tapi yang
keluar dari mulutnya, hanya permohonan kepada Allah agar menunjuki
mereka. Dst.
Adapun tugas para nabi dan rasul adalah sebagai berikut:
1. Mengajarkan aqidah tauhid, yaitu menanamkan keyakinan kepada umat manusia bahwa:
a. Allah adalah Dzat Yang Maha Kuasa dan satu-satunya dzat yang harus disembah (tauhid ubudiyah).
b. Allah adalah maha pencipta, pencipta alam semesta dan segala isinya
serta mengurusi, mengawasi dan mengaturnya dengan sendirinya (tauhid
rububiyah)
c. Allah adalah dzat yang pantas dijadikan Tuhan, sembahan manusia (tauhid uluhiyah)
d. Allah mempunyai sifat-sifat yang berbeda dengan makhluqNya (tauhid sifatiyah)
2. Mengajarkan kepada umat manusia bagaimana cara menyembah atau
beribadah kepada Allah swt. Ibadah kepada Allah swt. sudah dicontohkan
dengan pasti oleh para rasul, tidak boleh dibikin-bikin atau direkayasa.
Ibadah dalam hal ini adalah ibadah mahdhah seperti salat, puasa dan
sebagainya. Menambah-nambah, merekayasa atau menyimpang dari apa yang
telah dicontohkan oleh rasul termasuk kategori “bid’ah,” dan bid’ah
adalah kesesatan.
3. Menjelaskan hukum-hukum dan batasan-batasan bagi umatnya, mana
hal-hal yang dilarang dan mana yang harus dikerjakan menurut perintah
Allah swt.
4. Memberikan contoh kepada umatnya bagaimana cara menghiasi diri dengan
sifat-sifat yang utama seperti berkata benar, dapat dipercaya, menepati
janji, sopan kepada sesama, santun kepada yang lemah, dan sebagainya.
5. Menyampaikan kepada umatnya tentang berita-berita gaib sesuai dengan ketentuan yang digariskan Allah swt.
6. Memberikan kabar gembira bagi siapa saja di antara umatnya yang patuh
dan taat kepada perintah Allah swt. dan rasulNya bahwa mereka akan
mendapatkan balasan surga, sebagai puncak kenikmatan yang luar biasa.
Sebaliknya mereka membawa kabar derita bagi umat manusia yang berbuat
zalim (aniaya) baik terhadap Allah swt, terhadap manusia atau terhadap
makhluq lain, bahwa mereka akan dibalas dengan neraka, suatu puncak
penderitaan yang tak terhingga.(Q.S. al Bayyinah: 6-8)